Tips Agar Donat Empuk Tergantung Pada Proses Fermentasi Donat yang Benar Ini

Tentang Donat

Tips Agar Donat Empuk Tergantung Pada Proses Fermentasi Donat yang Benar Ini


SajianSedap.com - Tahukah Anda kalau donat empuk bukan cuma tergantung pada adonannya saja?

Agar donat empuk, proses fermentasi donat ternyata juga harus benar. Karena itu, Yuk, sama-saa kita cari tahu proses fermentasi yang benar agar donat empuk.  Banyak orang berpikir kalau donat yang empuk sangat bergantung pada resep yang benar.  Hal tersebut tidak sepenuhnya salah, tapi ternyata ada faktor lain yang berpengaruh agar donat bisa empuk, lo. Apalagi kalau bukan proses fermentasi atau pengembangan adonan donat.

Seperti yang kita tahu, adonan donat biasanya difermentasi sebanyak dua kali. Satu kali saat adonan selesai diuleni. Satu kali lagi saat adonan sudah dibentuk. Nah, kedua proses fermentasi ini harus diperhatikan baik-baik.Soalnya, kalau fermentasinya kurang yang artinya adonan belum mengembang sempurna, donat akan jadi bantet hasilnya. Kalau donat bantet, sudah pasti donat tidak empuk melainkan terasa padat dan berat. Tapi, kalau fermentasinya berlebihan (overprofing) maka donat akan jadi keriput dan kering hasilnya. 

Cara Fermentasi Donat yang Benar

Lalu, bagaimana cara fermentasi donat yang benar? Hal yang paling berpengaruh dari proses fermentasi adalah suhu dan waktu. Di resep, biasanya disebutkan lama waktu fermentasi, misalnya 30 menit. Tapi, lamanya waktu fermentasi sangat tergantung pada suhu ruangan, lo. Semakin panas suhu, fermentasi akan semakin cepat. Semakin dingin suhu, fermentasi akan jadi lambat. Nah, suhu dapur Anda dengan suhu dapur pembuat resep tentu saja berbeda. Jadi, waktu fermentasi di resep tidak bisa jadi patokan. 

Kalau dapur Anda menggunakan AC, bisa saja donat butuh waktu lebih lama untuk mengembang, bukan? Lalu, bagaimana cara agar tahu kalau adonan donat yang kita buat sudah pas fermentasinya?Intinya adonan harus difermentasi sampai mengembang dua kali lipat. Tapi, bingung kan bagaimana cara tahu kalau adonanya sudah mengembang dua kali lipat? Kalau begitu, coba sobek sedikit adonan donat. Kalau sudah ada seratnya (seperti serat pada roti) makan adonan sudah cukup terfermentasi. Kalau belum ada seratnya, lanjutnya proses fermentasi kembali, ya. 


Perlukah Ditutupi Kain Basah? 

Nah, ada juga yang beranggapan kalau selama fermentasi, adonan harus ditutupi kain basah. Apakah perlu? Pada dasarnya, penutupan dengan kain wajib dilakukan. Tujuannya supaya adonan tidak berkulit atau kering atasnya. Tapi, kalau menggunakan kain basah, boleh iya boleh juga tidak. Kain basah digunakan untuk membuat suhu jadi lembab. Suhu yang lembab dan panas ini membuat proses fermentasi jadi makin cepat. Jadi, kalau Anda ingin menghemat waktu, kain basah boleh digunakan.

Satu kali saat adonan selesai diuleni. Satu kali lagi saat adonan sudah dibentuk.  Nah, kedua proses fermentasi ini harus diperhatikan baik-baik. Soalnya, kalau fermentasinya kurang yang artinya adonan belum mengembang sempurna, donat akan jadi bantet hasilnya.  Kalau donat bantet, sudah pasti donat tidak empuk melainkan terasa padat dan berat. Tapi, kalau fermentasinya berlebihan (overprofing) maka donat akan jadi keriput dan kering hasilnya. Nah, lo, baru sadar kan sekarang kalau proses fermentasi sangat berpengaruh pada hasil akhir donat? 


sumber : https://sajiansedap.grid.id/read/101645388/tips-agar-donat-empuk-tergantung-pada-proses-fermentasi-donat-yang-benar-ini?page=4

Komentar


Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar